You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Asempapak
Desa Asempapak

Kec. Sidayu, Kab. Gresik, Provinsi Jawa Timur

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA ASEMPAPAK KEC.SIDAYU. KAB. GRESIK

Penerapan TTG Komposter Galon Bekas Berbasis EM4 dan Tetes Tebu dalam Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Desa Asempapak Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik

MUHAMMAD DLIYA UDDIN 12 Juli 2026 Dibaca 18 Kali
Penerapan TTG Komposter Galon Bekas Berbasis EM4 dan Tetes Tebu dalam Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Desa Asempapak Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R17 Sub Kelompok 7 Teknologi Tepat Guna (TTG) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Penerapan Teknologi Tepat Guna Komposter Galon Bekas Berbasis EM4 dan Tetes Tebu dalam Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Desa Asempapak Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik" pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dengan memanfaatkan galon bekas sebagai komposter yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Pada sesi penyuluhan, mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan komposter galon bekas yang diawali dengan penyusunan lapisan sampah organik, kemudian penambahan larutan EM4 dan tetes tebu sebagai aktivator untuk mempercepat proses fermentasi. Demonstrasi dilakukan secara langsung sehingga peserta dapat memahami setiap langkah pembuatan komposter dengan mudah.

Selanjutnya, peserta diajak untuk mengamati proses pencampuran bahan organik ke dalam komposter. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai fungsi setiap bahan, cara mengaduk, serta pentingnya menjaga kelembapan agar proses pengomposan berlangsung optimal. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keterlibatan langsung selama praktik berlangsung.

Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, warga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan sendiri cara merakit dan menggunakan komposter galon bekas. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa agar masyarakat mampu menerapkan teknologi tersebut secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Mahasiswa juga menjelaskan dosis penggunaan EM4 dan tetes tebu serta manfaatnya dalam mempercepat penguraian sampah organik menjadi kompos. Dengan metode ini, sampah organik rumah tangga tidak hanya berkurang volumenya, tetapi juga dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN R17 Sub Kelompok 7 TTG menyerahkan komposter galon bekas kepada perwakilan masyarakat Desa Asempapak sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program. Diharapkan komposter tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sekaligus sarana pengelolaan sampah organik di lingkungan desa.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Asempapak. Melalui penerapan ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan sampah organik, mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi kompos yang bernilai guna, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.