Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program kerja unggulan bertajuk SERASI (Serai Anti Nyamuk Sehat dan Inovatif) di Desa Asempapak pada Jumat (16/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Asempapak ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda rutin bulanan ibu-ibu PKK desa. Program SERASI merupakan kegiatan edukasi di bidang kesehatan dan lingkungan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya upaya pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), yang kerap meningkat pada musim hujan akibat banyaknya genangan air di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR memperkenalkan alternatif spray anti nyamuk berbahan alami yang dibuat dari tanaman serai. Produk SERASI dinilai lebih aman digunakan karena berbahan dasar alami serta lebih ramah lingkungan dibandingkan produk anti nyamuk berbahan kimia. Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan risiko penyebaran DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, sekaligus memaparkan manfaat tanaman serai yang mengandung citronella oil, yaitu senyawa alami yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk.
Kegiatan SERASI berada di bawah tanggung jawab Romli Nugraha, Juan Nathaniel Dolok Saribu, dan Zuhra Panjerrino Widyokusumo. Meskipun tidak dilakukan demonstrasi pembuatan secara langsung, mahasiswa tetap menjelaskan secara runtut tahapan pembuatan SERASI yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari proses pengolahan serai, perebusan bahan, penyaringan hasil rebusan, pencampuran dengan alkohol, hingga tahap akhir pengemasan ke dalam botol spray. Produk SERASI yang telah jadi kemudian dibagikan kepada peserta sebagai contoh produk olahan berbahan alami yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah tangga.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Ibu-ibu PKK Desa Asempapak aktif menyimak pemaparan materi dan mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait keamanan penggunaan produk, daya simpan, serta peluang pengembangan SERASI sebagai produk usaha rumahan. Koordinator UMKM Desa Asempapak, Ibu Diah dan Ibu Fitri, menyampaikan ketertarikan terhadap SERASI karena dinilai mudah dibuat, memanfaatkan bahan lokal yang tersedia di desa, serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu penanggung jawab program, Romli Nugraha, menyampaikan bahwa program SERASI diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Asempapak untuk lebih mandiri dalam melakukan upaya pencegahan DBD, sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar. Melalui program ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap masyarakat Desa Asempapak dapat semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.