Pemerintah Desa Asempapak menyelenggarakan Rembug Stunting pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Balai Desa Asempapak. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program pencegahan dan penanganan stunting di Desa Asempapak, serta merumuskan usulan kegiatan prioritas untuk dimasukkan ke dalam RKPDes dan APBDes tahun 2027.
Kegiatan rembug stunting ini dihadiri oleh Pemerintah Desa, BPD, kader pembangunan manusia (KPM), kader kesehatan, perwakilan sektor pendidikan atau Satuan Paud Sejenis (SPS), serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan ini disampaikan berbagai data sasaran yang menjadi perhatian khusus, seperti remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, balita, dan baduta. Beberapa temuan penting antara lain:
- Terdapat 10 ibu hamil di Desa Asempapak dan 1 ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
- Ditemukan 6 balita berisiko stunting, 4 balita dengan kondisi berat badan kurang, 4 balita dengan kondisi gizi kurang, dan 14 balita dengan kondisi berat badan tetap atau tidak naik.
- Tercatat 80 balita aktif dalam kegiatan posyandu desa.
Selain itu, juga dilaporkan kegiatan yang telah terealisasi di tahun 2026, antara lain posyandu ibu dan anak, posyandu dewasa dan lansia, kelas ibu balita, kelas ibu hamil, posyandu rutin dan serentak, kunjungan rumah, serta pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pemulihan bagi balita stunting, berat badan kurang, gizi kurang, dan berat badan tetap atau tidak naik.
Melalui diskusi yang berlangsung, peserta rembug stunting menyampaikan masukan dan menyepakati usulan kegiatan penanganan stunting tahun 2027 untuk diusulkan pada Musyawarah Desa RKPDes untuk Tahun 2027. Usulan kegiatan ini terbagi dalam 3 kelompok kegiatan diantaranya kelompok posyandu, kelompok PAUD, dan kelompok komunitas atau keluarga.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pencegahan stunting serta bersama-sama berperan aktif dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa Asempapak.