You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Asempapak
Desa Asempapak

Kec. Sidayu, Kab. Gresik, Provinsi Jawa Timur

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA ASEMPAPAK KEC.SIDAYU. KAB. GRESIK

Meningkatkan Ketahanan Pangan Warga Desa: Greenhouse Hidroponik DFT Hadir di Desa Asempapak

MUHAMMAD DLIYA UDDIN 15 Juli 2025 Dibaca 48 Kali
Meningkatkan Ketahanan Pangan Warga Desa: Greenhouse Hidroponik DFT Hadir di Desa Asempapak

Asempapak, Sidayu – Gresik. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Kelompok 4 Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menginisiasi pembangunan sistem pertanian hidroponik sederhana berbasis Deep Flow Technique (DFT) di lahan kosong belakang Balai Desa Asempapak.

Tujuan utama dari program ini adalah menyediakan sumber sayuran yang mudah diakses bagi warga langsung dari pekarangan desa. Dengan adanya sistem hidroponik ini, diharapkan setiap keluarga memiliki akses langsung terhadap pangan sehat, segar, dan berkelanjutan tanpa perlu bergantung penuh pada pasar.

Sebelum digunakan, lahan di belakang balai desa hanya menjadi tempat parkir dan ditumbuhi semak-semak. Melalui observasi dan diskusi dengan perangkat desa, mahasiswa melihat potensi lahan tersebut untuk menjadi lokasi pertanian produktif. Maka, dilakukan pembersihan area, perencanaan sistem hidroponik, dan pembangunan greenhouse mini secara gotong royong.

Metode DFT atau Deep Flow Technique memungkinkan tanaman tumbuh dalam aliran air bernutrisi, tanpa menggunakan tanah. Sistem ini hemat air, perawatan mudah, dan cocok untuk tanaman seperti kangkung, pakcoy dan bayam sayuran yang umum dikonsumsi masyarakat.

Sinar matahari alami menjadi sumber utama fotosintesis. Karenanya, greenhouse mini dibangun dengan struktur ringan dari kayu dan plastik UV transparan untuk menjaga stabilitas suhu, kelembaban, serta melindungi tanaman dari hujan dan hama.

Tidak hanya membangun fasilitas, mahasiswa juga mengadakan pelatihan langsung kepada warga. Materi yang diberikan meliputi:

* Cara menyemai dan merawat tanaman

* Meracik nutrisi AB Mix

* Pengoperasian sistem pompa

* Perawatan harian dan cara panen

 

Respon warga sangat positif. Banyak ibu rumah tangga dan remaja yang tertarik mencoba menanam sayuran sendiri setelah mengikuti pelatihan.

"Senang sekali bisa belajar menanam tanpa tanah. Sekarang bisa panen kangkung sendiri, dan anak-anak juga jadi semangat ikut bantu siram dan lihat tanamannya tumbuh," ujar Ibu Nur, warga RW 02.

Program ini tidak hanya berakhir di masa KKN. Mahasiswa meninggalkan panduan tertulis dan video sebagai dokumentasi agar sistem hidroponik ini dapat terus dijalankan dan bahkan dikembangkan. Harapannya, warga dapat meniru dan memodifikasi sistem ini di rumah masing-masing sesuai kemampuan.

Dengan memanfaatkan lahan terbengkalai menjadi sumber pangan lokal, Desa Asempapak kini memiliki contoh nyata bahwa ketahanan pangan bisa dibangun mulai dari lingkungan sendiri. Hidroponik DFT bukan hanya solusi pertanian, melainkan langkah strategis menuju desa yang lebih mandiri, sehat, dan berdaya.